.

.
Showing posts with label London: Angel. Show all posts
Showing posts with label London: Angel. Show all posts

[Invitation] London Angel Tea Party


Hellooo!

Siapa yang sudah baca London: Angel? Siapa yang suka teh dan kue? Lucky you! 

Saya dan GagasMedia ingin mengajak kalian minum teh sore-sore di Black House. Kita akan gosipin Gilang, hujan di London, dan cinta. Saya akan cerita panjang-lebar tentang proses kreatif menulis London: Angel juga bisik-bisik sejumlah proyek novel baru--yang beberapa di antaranya masih berhubungan dengan London: Angel. Tidak cuma itu, kita bisa saling berbagi bacaan seru--yes, book club! Setelahnya, kita keliling Black House dan berfoto norak bareng-bareng--because this cafe is bloody fantastic!

Kapan acaranya? Minggu, 22 September 2013. Dan, oh ya, Black House berlokasi di Jakarta Selatan. 

Tempat terbatas. Ada lima undangan minum teh yang akan dibagikan. Ini cara mendapatkannya. Tulis review kalian tentang London: Angel di blog (boleh juga di Facebook, Goodreads, dan situs lain). Lalu, tweet link review itu sebelum Jumat 19 September 2013 pukul 19.00 WIB memakai tagar #LondonAngel. Pastikan kalian mention saya (@windryramadhina) dan GagasMedia (@GagasMedia). Pastikan juga kalian bisa hadir pada tanggal tersebut. GagasMedia tidak menanggung biaya transportasi dan akomodasi.

Nah! Saya tunggu partisipasi kalian. Yay! Tea Party!

London: Angel

Konon, hujan turun membawa serta malaikat surga.

Pembaca Tersayang,

Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames, dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye. 

Windry Ramadhina, penulis novel Orange, Memori, dan Montase mengajak kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tidak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemukannya. Apakah perjalanannya ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita. 
Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyelusup.

Enjoy the journey,
Editor

Paint It Red

Lega. Saya baru saja selesai mengedit novel kelima. 

Lima bulan saya menulis secara intens (di sela-sela kegilaan mengajar di kampus, menemani Ballerina, dan menggoda Gendut) sampai-sampai saya berutang banyak review dan sharing proses menulis kepada beberapa teman. Sekarang, saya bisa menghabiskan Desember dengan santai. Saya ingin mengakhiri tahun ini dengan berkumpul sesering mungkin bersama keluarga. Syukurlah, sepertinya, itu bisa terwujud.